Artikel Terbaru

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

twitter

Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 September 2012

Telaga madirda dan Gua putri

Di puncak gunung madirda,di kabupaten wonogiri,terdapat sebuah
telaga yang dinamai sama dengan gunungnya,yaitu telaga madirda. Telaga
madirda sampai sekarang masih dikeramatkan oleh penduduk sekitarnya.
Mengapa demikian? Berikut ini kisahnya.
Pada zaman dahulu, ada seorang resi bernama resi Gutama yang hidup
bahagia bersama istrinya, dan ketiga anaknya yaitu Dewi anjani,Raden
subali,dan Raden sugriwo. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung
lama. Dewi windardi yang lebih mengasìhi dewi anjani dari pada kedua
anaknya yang lain,diam-diam memberikan hadiah istimewa kepada putrinya
itu yaitu cupu manik astagina. Keistimewaan cupu yang konon milik para
dewa itu adalah dapat menyajikan keindahan seluruh dunia.Jadi dengan
membuka cupu manik astagina dewi anjani dapat melihat segala keindahan
dunia tanpa harus mendatangi tempatnya.
Keadaan itu tentu saja membuat iri raden subali dan raden sugriwa
sehingga ketiganya sering bertengkar memperebutkanya.
"tidak cupu ini milikku,kalian tidak berhak memilikinya," kata dewi
anjani. "kakak tidak adil. Kami juga putra kanjeng ibu windradi. Jadi
kami juga berhak atas cupu itu," kata raden subali dengan muka merah
padam. "benar.Aku pun berhak atas cupu itu karena aku juga putra
windardi."teriak raden sugriwa tak mau kalah.
Ketiganya kemudian tidak hanya bertengkar dengan kata-kata,tetapi juga
bertempur dengan hebat karena mereka mewarisi kesaktian resi gutama.
Resi yang sejak tadi memperhatikan kelakuan putra-putrinya menjadi
sedih,kecewa dan marah. "Berhenti kalian!" terik resi gutama sambil
mengibaskan tanganya. Akibatnya sungguh luar biasa ketiganya terpental
dan cupu manik astagina berpindah ke tangan resi. "panggil ibumu
kemari.Anjani. Bukankah cupu itu pemberian ibumu?" kata resi.
Dewi anjani mengangguk ketakutan dan segera berlari memanggil
ibunya.Dengan penuh kebimbangan, Dewi windradi menghadap suaminya.
"windradi istriku. Kenapa cupu manik astagina milik para dewa ini bisa
ada padamu?"tanya pesi gutama penuh selidik.
Dewi windradi hanya membisu karena sudah dipesan untuk menjaga rahasia
cupu itu oleh dewa surya.Melihat istrinya diam,resi gutama merasa
diremehkan,lalu murka. "Hem...., baik! Engkau aku tanya hanya
membisu,kelakuaanmu tidak ubahnya tugu batu!"
keajaiban pun terjadi begitu resi gutama selesai bicara,dewi windradi
berubah menjadi tugu batu. Sementara itu,cupu manik astagina yang
menjadi sumber masalah segera di lemparkannya jauh-jauh dan jatuh di
telaga madirda.
Dengan memacu kudanya ketiga anak resi gutama segera menuju jatuhnya
cupu. Raden subali dan raden sugriwa segera terjun ke dalam
telaga.Namun betapa kagetnya,begitu keluar telaga mereka berubah
menjadi kera. Dengan perasaan hancur,mereka segera minta tolong resi
gutama. Wajah dewi anjani yang hanya membasuh muka dengan air telaga
juga berubah menjadi wajah kera. Dengan menangis pilu ia pun segera
memohon pertolongan resi gutama.
Sejak kejadian itu penduduk disekitar telaga madirda sering
mendengar ringkik kuda yang dipercaya berasal dari kuda-kuda sakti
milik ketiga anak resi gutama. Keanehan pun terjadi jika ada kuda
betina milik penduduk yang mengimbangi ringkik kuda ajaib itu,kuda itu
akan hamil dan melahirkan kuda yang gagah dan kuat. Belum ada yang
tahu wujud kuda ajaib yang sering meringkik pada saat-saat tertentu
dan menimbulkan bunyi gemerincing yang indah itu.
Pada suatu hari seseorang bernama ki sabadrana ingin mencoba kembali
melihat kuda ajaib.Ia sudah berkali-kali mencoba,tetapi selalu gagal.
Kali ini,ia tak ingin gagal. Diam-diam dibawanya seekor kuda betina
yang memancing kuda ajaib keluar,sementara ia akan berpura-pura
mencari kayu bakar. Tidak lama kemudian terdengar ringkik kuda sangat
keras di angkasa. Kuda yang baru datang itu gagah dan luar biasa elok
bentuknya. Warnanya putih gemerlapan dengan dua buah sayap yang kokoh.
Pelana dan perhiasanya begitu mewah terbuat dari beludru,sutra dan
berlian. Sesaat lamanya ki sabadrana terpana tetapi melihat perhiasan
kuda ajaib itu timbullah niat jahat. Ia ingin menangkap kuda itu dan
merampas perhiasanya. "Huup" ki sabadrana meloncat ke arah kuda itu
namun dengan gesit kuda itu menghindar. Ki sabadrana terus-menerus
mengulangi,tetapi gagal lagi-gagal lagi. "Huup" sekali lagi ki
sabadrana menubruk kuda itu dan kali ini berhasil menangkap kakinya.
Kuda itu kaget dan dengan meringkik keras dia terbang, ki sabrana
ketakutan ia ngeri jika melihat ke bawah. Beruntung kuda itu tidak
terlalu lama terbang. Sesampainya di sebuah gua yang letaknya tidak
jauh dari telaga madirda,kuda itu menyembah seorang putri cantik yang
sedang berdiri di mulut gua. Ki sabrana pun menyembah dengan hormat
pula. "Sabadrana..., bukankah namamu sabadrana?" tanya putri. "benar
gusti putri. Hamba sabadrana," jawab ki sabadrana.
"Aku putri mardaeni,penunggu gua di telaga madirda ini.Kenapa engkau
hendak menangkap kudaku?" "Hamba..., hanya ingin memiliki perhiasan
yang dikenakan kuda ajaib itu,putri. Mohon ampun putri..., jawab ki
sabadrana. "ah engkau ingin perhiasan kudaku? Kenapa engkau tidak
memintanya baik-baik padaku? Aku akan memberikan semuanya
padamu,termasuk kudaku kata putri. "benarkah gusti putri?" sahut ki
sabdarana gembira. "benar", sabadrana tetapi ada syaratnya..."
"apa syaratnya putri? Katakanlah..."
"syaratnya sederhana.Engkau harus menemani aku di sini." "Ah kalau
hanya itu hamba dengan senang hati menerimanya,gusti putri," kata ki
sabadrana.
Sejak itu,ki sabadrana tinggal bersama putri mardaeni di gua dekat
telaga madirda itu.

modal 10 ribu hasil melimpah

Minggu, 02 September 2012

'Kobra' sumber penghasilan membawa petaka

Asalamualaikum,sobat blogger, Apa kabar semuanya!
BERMAIN air,tentu basah. Bermain ular, ya terkena bisa.
Sesuai dengan frase itu,artikel ini saya kasih judul 'kobra' sumber
penghasilkan membawa petaka. Tulah itu yang menimpa 'Bablo' alas Amir
kobra,26 tahun. Sekalipun sudah akrab dengan ular kobra hingga
beberapa tahun,binatang itu tetap mematuk juga. Inilah kejadian di
kota madya tanjung balai,sumatra utara.
Hari itu,seperti biasanya, untuk mencari sumber penghasilan. amir
menggelar atraksi bermain dengan ular kobra, aksinya itu merupakan
bagian upaya menarik minat penonton membeli "batu mata"jualanya. Batu
mata itu sendiri di maksudkan untuk menjernihkan mata.
Keahliannya bermain dengan ular berbisa sendiri diperoleh Amir dari
ayahnya,Thalip. Amir kecil sudah terbiasa membantu ayahnya menjual
obat antibisa ular. Sebagai daya tarik,ular-ular itu dibiarkan memagut
tubuh amir. Setelah itu baru diobati dengan antibisa berupa batu dari
pakistan. Dan memang cespleng.Buktinya amir tetap hidup hingga dewasa.
Setelah ayahnya meninggal pada 1981, ia bersama kakaknya,Nasir
mewarisi 182 kobra. Meski ularnya belakangan hanya tinggal empat
ekor,mereka terus berkeliling menampilkan atraksi ular kobra sambil
menjual obat anti bisa. Hasilnya,saban kali usai jualan,ada Rp
30.000-40.000 yang mereka bawa pulang. "cukuplah untuk hidup"kata
nasir.
Tapi nasib tidaklah selalu berpihak kepada Amir kobra,disilah petaka
itu terjadi. Saat atraksi di Tanjung balai,Amir kembali di pagut kobra
yang telah dipiaranya beberapa tahun. Tidak seperti biasanya,kali itu
amir ternyata kelimpungan. Di depan penonton yang jumlahnya puluhan
orang,tubuh amir kejang-kejang.
Oleh penonton,gerakan amir dianggap sebagai bagian dari pertunjukan.
Itu sebabnya tidak ada yang mencoba menolong. Ketika kemudian amir
jatuh tersungkaur ke tanah,penonton cuek saja. Tidak ada satu pun dari
mereka yang menolong. Mereka malah bubar sambil tersenyum.
Keadaan amir kobra sendiri tidaklah membaik. dibagian telinga dan
dadanya memerah. Buntutnya Amir meninggal. "amir lupa membawa
antibisa" kata nasir,ia menyesal kini,karena lupa memberikan batu
antibisa saat adiknya hendak berangkat.
Akan halnya ular kobra yang mematuk amir.Kata nasir,akan
dipeliharanya. Tidak dendam? "kobra itu kan tidak tau apa-apa."
katanya.
(Sumber: Gatra)
modal 10 rb dapat sejuta


       

Selasa, 28 Agustus 2012

Hp (bagian 2)

Minggu pagi ini,ketika aku sedang sibuk membersihkan jendela
rumahku,aku di kejutkan dengan kedatangan Ryad,adik sepupuku. Dia ini
mahasiswa tingkat akhir yang nyambi jadi buruh pabrik roti di
tanggerang.Aku senang.Aku jadi bisa membersihkan rumah dengan tenang
tanpa di recoki anak-anak,karena anak-anak dekat sekali dengan om
Ryad-nya.
Menjelang zuhur aku selesai membersihkan rumah. Ryad dan anak-anak
pulang dari jalan-jalan dengan kantong keresek berisi bubur ayam.
Jadilah kami makan siang dengan bubur ayam. Alhamdulilah,aku enggak
usah masak lagi. Tiba-tiba Ryad melihat hp-ku yang tergeletak begitu
saja di meja makan. "hp baru,ni? Cantik nih." "iya,alhamdulilah,yad
setelah nabung sekian lama." "hati-hati,ni,sekarang banyak copet.
Modus operandinya bermacam-macam.
Ada yang berpura-pura muntah di angkot,ada yang pura-pura nabrak di
mall...Ni. Iyad baru saja kehilangan Hp. Di copet orang di bus patas
saat pulang kerja."
"hah? Bagaimana pula kau ini yad? Masak dalam waktu enam bulan ini kau
sudah kehilangan delapan kal ! Dompet,Hp,sandal...Kau kurang hati-hati
kali? Atau kau kurang bersedekah?" "ah uni,iyad suka tertidur di bus
karena kecapean. Bayangkanlah,orang kerja pabrik ditambah lagi
kuliah."
"itulah,kalau saja kau tidak teledor dan tidak tukang tidur,mungkin
kau ndak kehilangan terus menerus!" "ah uni,takdirlah tuh,Ni namanya!"
aku manyun.anak ini dari dulu memang teledor.Jadi,kenapa pula ia mesti
menyalahkan takdir? Sudah tau cari uang susah,ini sih enak saja
dia"kasih kesempatan "sama maling.***
pagi ini eror sekali, betapa tidak? Pagiku dibuka dengan insiden adil
menceburkan Hp 3310 ku ke mangkuk susu serealnya. Basah kuyup! "ini
kan Hp jelek,Mi,"katanya.
Aku sedih sekali memikirkan si 3310 yang ternyata berakhir dengan
menyedihkan di tangan Aidil. Coba kalau kuberikan pada iyad
kemarin,pasti enggak begini jadinya. Tapi,ya sudahlah.Benar kata iyad
ini takdir namanya. Andai pun Hp itu kuberikan pada iyad
kemarin,mungkin jika takdirnya ia harus rusak hari ini,ia tetap akan
rusak,dengan cara apapun.
Siang ini aku pulang dengan angkot dari perpustakaan didepan terminal
bus lebak bulus. Panas betul cuacanya. Aku berkipas-kipas dengan
lembar fotokopi bahan tulisanku sambil membuka Hp-ku. Ada pesan masuk
dari salah satu teman mengajiku. Aku melihat sekeliling angkot
ini.Sepi. Hanya ada dua gadis ABG berseragam SMU sedang sibuk membaca
buku majalah sambil cekikikan.
Tiba-tiba naiklah seorang pemuda bertas punggung besar,bertampang
mahasiswa,ke angkot yang sedang kunaiki ini. Ia duduk tepat di
sebelahku. "maaf,mbak,bisa tolong buka kacanya," pintanya sambil
merapat kearahku. Aku kaget dan refleks memjauh sedikit. Ngapain sih
minta tolong buka kaca jendela kok pakai merapat segala? Buru-buru aku
menarik buka jendela yang kebetulan memang agak seret. Lalu pemuda itu
ikut membantuku. Dan...Berhasil!
Tak lama kemudian didepan wisma fedek pondok pinang, anak muda itu
turun setelah sebelumnya sempat senyum-senyum padaku. Ih
ganjen,pikirku. Buru-buru,aku menundukan pandangan. Namun sesuatu
tiba-tiba...Hp-ku!
Panik aku merogoh-rogoh isi tas tanganku. Aduh,kemana dia Hp baruku?
Aduh,ya allah please...Kucoba memeriksa isi tasku sekali lagi.
Nihil! Hp manis itu hilang! Aku ternganga. Begitu cepatnya...
Tentu pemuda tadilah yang telah mencopetnya!
Aku merasa dunia serempak memdung. Aku nyaris menangis saat itu kalau
tidak tertolong dengan asma allah yang kulantun dari hati. Seketika
aku teringat iyad.
modal 10 rb dapat sejuta

Hp

Ini sudah ketujuh kalinya aku melewati gerai handphone alias HP di
mall itu dengan wajah yang kata anak sekarang disebut mupeng 'muka
pengen'. Ya HP nokia dengan pitur lumayan lengkap kamera
intternal,infra red,radio,lampu senter,nada dering polyphonic,mms,bisa
konek ke internet dengan menambah kabel,dan masih banyak fitur
lain.Harganya juga nggak terlalu mahal,hanya dua juta rupiah kurang
sedikit.
Lagi pula alhamdulilah,bulan ini lima bukuku terbit sekaligus. Jika
setiap buku aku dibayar satu juta rupiah sebagai DP,maka lima buku aku
mendapat lima juta rupiah. Belum lagi di tambah beberapa naskahku yang
masuk koran,tabloid,atau majalah.Alhamdulilah setelah sekian bulan aku
bekerja keras mengejar target demi memenuhi berbagai kewajibanku
sebagai seorang single parent bagi tiga anak yang semuanya lagi butuh
biaya, akhirnya aku bisa juga sedikit menabung atau memanjakan diri.
Setelah kepergian suamiku untuk menikah dengan perempuan lain yang tak
kurestui (sebab perangai perempuan itu menurutku membuatnya tak pantas
menjadi istri kedua bagi suamiku),aku memang harus bekerja ekstra
keras untuk memenuhi kebutuhan keluargaku,juga untuk melunasi sebagian
hutang.
Nah setelah kuhitung-hitung,agaknya aku juga perlu mengganti Nokia
3310-ku yang sudah masuk kategori barang langka ini dengan HP baru
yang agak lebih canggihlah. Awalnya sempat bimbang juga.Apakah ini
bukan pemborosan? Bukankah hp-ku yang lama masih bisa dipakai?
Bukankah aku juga tak terganggu dengan kekunoanya?
Tapi,namanya juga manusia.Wajar kan jika kukatakan aku mulai bosan
dengan layarnya yang tidak berwarna,dengan nada deringnya yang monoton
dan bentuknya yang bak kepala ikan lele?
Maka kuniatkan agar aku bisa memfungsikan si nokia baru itu sebagai
alat komunikasi yang membuatku makin baik,makin bermanfaat bagi orang
lain.
Jadi gimana,mbak? Jadi beli yang ini?"tanya pramuniaga yang agaknya
mulai bosan melihatku yang hanya bolak-balik kayak setrikaan panas
sambil mengagumi hp lucu itu. Aku menggigiti kuku telunjuk tangan
kananku,pertanda aku bimbang. Rupanya mbak pramuniaga menangkap
kebimbanganku itu. "bisa diskon kok kalau mbak mau. Atau mau ditambah
paket perdana.Mau simpati,kartu As,mentari,IM3,atau kartu bebas?"
waduh satu kartu saja aku lumayan ngap-ngapan ngasih makanya tiap
bulan,batinku. Sejenak terlintas bayangn anak-anaku. Ah,bayaran
sekolah mereka sudah lunas,begitu juga bayaran TPA mereka di
masjid,susu,makanan dan segala macamnya? Oh,alhamdulilah untuk bulan
ini aman dan damai. Tabunganku? Aku berpikir keras berusaha mengingat
saldo terakhir ATM ku.Yang jelas ada dua juta lebih sedikit,sedikitnya
itu berapa? yah,pokoknya cukuplah sebagai ganjal ATM hingga menunggu
transperan honor atau royalti berikutnya. "yah sudah deh mbak berapa
diskonya?" si mbak pramuniaga mengembangkan senyum termanisnya. "Lima
puluh ribu deh buat pelanggan special kayak mbak ini."
hah? itu mah sekedar basa-basi doang! "kurangi dua ratus ribu
deh,entar saya ambil kok."
si mbak langsung menatapku dengan ekspresi
please-deh-niat-beli-gak-sih? "lima puluh,mbak. Nah bawa pulang deh
ntu hp sama bonusnya." "bonusnya apa, mbak?"tanyaku.
Kantong kertas dengan logo hp gerai kami ini,"jawab si mbak,bete.
Akhirnya dengan bangga kutenteng nokia-ku dalam tas kertas berlogo
gerai itu (seperti janji si mbak).Alhamdulilah wahai nokia
ku,berjanjilah engkau,akan menjadi nokia perjuangan,nokia dakwah
seperti halnya kakakmu itu,si 3310.

***

malam itu, aku dan ketiga anakku,hasna,syima,dan aidil,sibuk dengan hp
baru. Kami berpotret bersama,memotret segala sesuatu dari yang
penting sampai yang ngak guna sama sekali,seperti boneka patrick dan
spongebob milik anak-anak, si dora kucing kami yang lagi menyusui
anak-anaknya,dan juga memotret kupu-kupu kecil yang sudah sedari
kemarin bertengger terus di jendela depan rumahku, kami juga sibuk
mendengarkan radio dari hp baru itu. Tak lupa main lampu senter dan
game yang ada di dalamnya.Belum lagi gonta-ganti nada dering dan
wallpaper.
"terus hp umi yang lama buat apa, mi?" tanya si sulung hasna. Yang
sudah berumur delapan tahun. Oh, iya ya? Aku tercenung."buat ima
aja,mi,"serobot syima,si tengah. "jangan, kita kan masih kecil,buat
apa pegang hp? Nanti dicopet orang jahat loh,"tukas hasna kenes.
"Buat dede aja,mi.Buat main potlet-potletan,"usul si bungsu aidil yang
baru berusia tiga tahun setengah. Serempak kedua kakaknya menyerbunya
dengan boneka sebagai tanda protes.
Aku sendiri masih berpikir.Ada beberapa pilihan sebenarnya.
Pertama,aku belikan sajalah lagi kartu perdana apalah.Kan sekarang
kartu perdana juga murah-murah. Kan lumayan buat nomer cadangan kalau
lagi habis pulsa.Lagi pula,siapa tau aku diundang ceramah penulisan
kemana gitu yang disana,enggak ada sinyal di hp-ku yang baru.Tapi,apa
aku sanggup kasih makan dua nomer sekaligus tiap bulan? Apa bukan
pemborosan namanya?
Kedua,aku biarkan saja buat mainan anak-anak. Toh modelnya juga sudah
out-of-date.Biar sekalian dibuang kalau sudah rusak betul. Kalau aku
kasih kartu perdana buat anak-anak,misalnya buat si sulung, juga belum
perlu. Pertama,karena aku selalu mengantar jemput mereka kemana pun
mereka pergi. Kedua,nanti adik-adiknya pasti pingin di belikan hp
juga.Kan bisa"meninggal"aku kalau begitu? Ketiga,bagaimana kalau
kuberikan saja pada yang memang membutuhkan hp tapi nggak mampu
membelinya? Ya,agaknya ini solusi terbaik. Aku masih bisa beramal
meski dengan hp bekas sekalipun! Alhamdulilah.
(bersambung)
modal 10 rb dapat sejuta

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More